, ,

Golkar Dinilai Takut Temui Massa Aksi, 11 Aleg DPRD Luwuk Kompak Tak Hadir

oleh -171 Dilihat

News LuwukFraksi Partai Golkar DPRD Luwuk menjadi sorotan tajam setelah 11 anggotanya kompak tidak hadir saat massa aksi menggelar demonstrasi di gedung DPRD. Absennya seluruh Aleg Golkar memicu kekecewaan para pengunjuk rasa yang berharap bisa menyampaikan aspirasi langsung kepada wakil rakyat.

Golkar Dinilai Takut Temui Massa Aksi, 11 Aleg DPRD Banggai Kompak Tak Hadir
Golkar Dinilai Takut Temui Massa Aksi, 11 Aleg DPRD Luwuk Kompak Tak Hadir

Koordinator aksi, Hasanuddin, menilai ketidakhadiran tersebut sebagai bentuk ketakutan sekaligus kurangnya keberanian anggota dewan dalam berdialog dengan rakyat.

Baca Juga : Mahasiswa Sebut DPRD Banggai “Pengkhianat Rakyat”, Ketua DPRD Tak Berani Temui Massa

“Kami datang dengan damai, tapi ternyata 11 Aleg Golkar justru tidak hadir. Ini menunjukkan mereka menghindar dari tanggung jawab moral untuk mendengar suara masyarakat,” ucapnya.

Tuntutan Massa

Dalam aksinya, massa menyuarakan sejumlah tuntutan, di antaranya transparansi anggaran, peningkatan pelayanan publik, dan evaluasi proyek infrastruktur di Kabupaten Luwuk. Mereka menilai DPRD seharusnya hadir dan terbuka terhadap kritik yang disampaikan masyarakat.

Suasana Aksi

Aksi berlangsung cukup panas, dengan orasi keras dari massa yang berkali-kali menyinggung absennya Aleg Golkar. Meski begitu, aparat kepolisian tetap menjaga situasi kondusif sehingga aksi tidak berujung ricuh.

“Kami hanya ingin wakil rakyat berani menemui rakyatnya. Kalau terus begini, wajar kalau kepercayaan publik semakin turun,” teriak salah seorang orator.

Respons DPRD Luwuk

Pimpinan DPRD dari fraksi lain yang hadir berusaha menenangkan massa dan berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut dalam rapat resmi. Namun, absennya Aleg Golkar tetap menjadi pembahasan utama di tengah aksi.

Sekretariat DPRD Luwuk menyebut ketidakhadiran Aleg Golkar dikarenakan adanya agenda partai di luar gedung, namun penjelasan ini tidak diterima penuh oleh massa.

Tekanan Publik Meningkat

Pengamat politik lokal menilai, absennya 11 Aleg Golkar bisa menjadi catatan negatif bagi partai di mata publik. “Di era keterbukaan, wakil rakyat seharusnya lebih berani berdialog langsung dengan masyarakat, bukan sebaliknya,” kata Dr. Rahmat, akademisi Universitas Tompotika.

Massa aksi pun berjanji akan kembali turun ke jalan jika aspirasi mereka tidak segera ditindaklanjuti, sekaligus menuntut agar Aleg Golkar lebih bertanggung jawab terhadap jabatan yang mereka emban.

Dior

No More Posts Available.

No more pages to load.