Agen Berita Luwuk – Warga binaan di Lapas Luwuk berhasil memanen 21 kilogram sayur sawi dari kebun hidroponik yang mereka kelola sendiri di dalam lingkungan lembaga pemasyarakatan. Program pertanian ini merupakan bagian dari pembinaan kemandirian yang digalakkan oleh pihak lapas untuk membekali warga binaan dengan keterampilan produktif selama menjalani masa hukuman.

Dukung Ketahanan Pangan dan Kurangi Ketergantungan Pasokan Luar
Hasil panen sawi ini tidak hanya dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan dapur lapas, tetapi juga sebagai upaya mendukung ketahanan pangan internal agar tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan luar. Dengan adanya kegiatan ini, lapas dapat mengurangi pengeluaran anggaran makanan sekaligus menjaga kualitas gizi makanan warga binaan.
Baca Juga : Strategi “Bakar Samping” Presiden Prabowo: Dari AHY ke Purbaya
Bangun Mental dan Kemandirian Warga Binaan
Selain memberikan manfaat secara ekonomi, kegiatan bertani di dalam lapas juga menjadi media pembinaan mental yang efektif. Para warga binaan mengaku merasa lebih produktif dan termotivasi untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Mereka mendapatkan pengalaman kerja nyata serta keterampilan bercocok tanam yang bisa menjadi bekal setelah bebas nanti.
Dapat Dukungan dari Dinas Pertanian Setempat
Program pertanian di Lapas Luwuk ini turut mendapat dukungan teknis dari Dinas Pertanian Banggai, yang secara berkala memberikan pelatihan dan bantuan bibit, pupuk, serta sarana tanam. Ke depan, pihak lapas berencana memperluas lahan tanam. Menambah jenis sayuran lain seperti kangkung, bayam, dan cabai agar produksi semakin bervariasi.
Menuju Lapas Mandiri dan Berdaya Guna
Kepala Lapas Luwuk menegaskan bahwa kegiatan pertanian ini akan terus dikembangkan sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian. Diharapkan, keberhasilan panen ini menjadi motivasi bagi seluruh warga binaan untuk terus berkarya meski berada di balik jeruji. Serta menjadi contoh bahwa lembaga pemasyarakatan dapat berkontribusi pada ketahanan pangan daerah.





