Berita luwuk — PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG) kembali menunjukkan komitmennya terhadap pelestarian lingkungan dengan menggelar Pelatihan Pengembangan Pembibitan Tanaman Kehutanan di Pusat Konservasi Maleo, Desa Uso, Kecamatan Batui, Kabupaten Banggai.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara DSLNG dan Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai (BPDAS) Palu Poso, yang bertujuan memperkuat kapasitas kelompok masyarakat dalam mengelola pembibitan tanaman kehutanan, khususnya tanaman endemik Sulawesi Tengah yang dilindungi.
Baca Juga : PLN UIP Sulawesi Salurkan Bantuan Fasilitas TIK untuk SMP Negeri 5 Bolaang
👩🌾 Peserta dan Materi Pelatihan
Pelatihan Mengikuti oleh sekitar 30 peserta dari kelompok dampingan CSR DSLNG, termasuk:
- Kelompok Wanita Tani “Batukimae” (Desa Uso)
- KSM “Maju Bersama” (Desa Babang Buyangge)
- KSM “Kumela” (Desa Samadoya)
Materi pelatihan mencakup:
- Manajemen pusat pembibitan
- Teknik pembibitan tanaman kehutanan dan tahunan
- Perawatan bibit dan pemanfaatan teknologi pembibitan
🌿 Bibit Tanaman Kehutanan yang Melindungi
Sebagai bagian dari pelatihan, BPDAS Palu Poso menyerahkan ribuan bibit tanaman, termasuk:
- 600 bibit pohon Eboni (Diospyros celebica)
- 150 bibit pohon Nantu (Palaquium obovatum)
- 150 bibit Palapi (Heritiera sp.)
- Bibit pohon buah seperti durian, pala, cengkeh, dan alpukat
Seluruh bibit akan karantina area pembibitan DSLNG sebelum metanam Mengalokasi konservasi.
💬 Harapan DSLNG
CSR Manager PT Donggi-Senoro LNG (DSLNG), Febriant Abby Marcel Mamesah, menegaskan bahwa pelatihan pembibitan kehutanan yang menggelar di Sulawesi Tengah bertujuan untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam mengelola sumber daya alam secara berkelanjutan. Program ini tidak hanya fokus pada konservasi lingkungan, tetapi juga mendorong kemandirian ekonomi lokal melalui pengembangan komoditas perkebunan. DSLNG membekali masyarakat dengan keterampilan teknis pembibitan agar mereka mampu mengelola pusat pembibitan secara mandiri. Melalui pelatihan intensif, warga belajar langsung cara merawat bibit tanaman kehutanan dan komoditas perkebunan. Dengan kemampuan tersebut, masyarakat dapat mengembangkan usaha pembibitan sendiri, memperkuat konservasi lingkungan, dan meningkatkan pendapatan lokal. DSLNG mendorong agar hasil pelatihan ini memberi dampak nyata bagi komunitas, baik dari sisi ekologi maupun ekonomi yang berkelanjutan.



