Berita Luwuk – Kisah Raisya Putri Tinggala, seorang siswi di Kabupaten Banggai, Luwuk, menjadi bukti nyata keberhasilan program inovasi SI ADE (Sistem Akses Data Edukasi) Kembali Sekolah. Program ini berhasil membantu Raisya kembali melanjutkan pendidikan setelah sebelumnya terancam putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi keluarganya.
1. Perjalanan Raisya Kembali ke Sekolah
Baca Juga : Disdikbud Banggai Gelar Pelatihan Pengelolaan Keuangan BOS PAUD di Luwuk
Raisya sempat tidak bisa melanjutkan sekolah lantaran keluarganya mengalami kesulitan biaya. Namun, melalui intervensi program SI ADE Kembali Sekolah, ia mendapatkan bantuan berupa beasiswa, perlengkapan sekolah, serta pendampingan dari pemerintah daerah dan pihak sekolah.
“Sekarang saya bisa kembali sekolah dan ingin berprestasi demi membanggakan orang tua,” ungkap Raisya penuh semangat.
2. Peran Strategis Program SI ADE
Program SI ADE Kembali Sekolah adalah inovasi Pemkab Banggai yang memanfaatkan basis data kependudukan untuk mengidentifikasi anak-anak putus sekolah. Dengan sistem ini, pemerintah dapat segera melakukan pendampingan, baik melalui beasiswa, dukungan sosial, maupun kerja sama dengan pihak swasta.
Program ini bertujuan menekan angka putus sekolah dan meningkatkan angka partisipasi pendidikan di daerah, khususnya di wilayah Luwuk dan sekitarnya.
3. Dampak Positif di Luwuk
Sejak diterapkan, program ini berhasil mengembalikan puluhan anak ke bangku sekolah. Kisah Raisya menjadi contoh nyata bahwa kolaborasi pemerintah, sekolah, dan masyarakat bisa menghasilkan dampak signifikan.
Banyak orang tua merasa terbantu dengan hadirnya program SI ADE karena memastikan bahwa tidak ada anak yang kehilangan hak untuk mendapatkan pendidikan.
4. Apresiasi Pemerintah Daerah
Bupati Banggai mengapresiasi keberhasilan Raisya yang kembali bersekolah. Menurutnya, kisah ini membuktikan bahwa program SI ADE efektif dalam menjawab persoalan pendidikan di daerah.
“Pendidikan adalah investasi masa depan. Kami ingin memastikan tidak ada lagi anak di Banggai yang tertinggal dari bangku sekolah,” tegas Bupati.
5. Harapan ke Depan
Kisah Raisya Putri Tinggala diharapkan menjadi inspirasi bagi anak-anak lain di Luwuk untuk tidak menyerah pada keadaan. Pemda Banggai menargetkan pada tahun 2025 angka putus sekolah bisa ditekan seminimal mungkin berkat program inovasi SI ADE.





